Tampilkan postingan dengan label Contoh Makalah Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contoh Makalah Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Oktober 2016

Contoh Makalah TIK Tentang Komputer

Contoh Makalah TIK Tentang Komputer | Oke bro, makalah yang akan kami posting kali inin adalah makalah tentang Komputer. Atau bisa dibilang juga contoh makalah Tentang TIK. Bagi kamu yang sedang butuh silahkan di download atau dikopi paste. Dan jika masih ada kesalahan mohon untuk dibetulkan dengan bak dan benar. Semoga bermanfaat

Dibawah ini adalah penampakan makalahnya . Semoga bermanfaat . silahkan di ambil bro. 

BAB 1


PENDAHULUAN



1.1 Pengantar


Perkembangan Teknologi pada masa sekarang ini, sudah sangat cepat dan maju, salah satunya adalah teknologi komputer. Komputer pada masa sekarang ini sudah bukan barang yang asing dan mahal lagi, pada saat ini hampir disegala bidang membutuhkan komputer sebagai alat bantu, karena memiliki kelebihan yaitu dari segi kecepatan dan ketelitian. Misalnya saja dibidang kesehatan, bidang teknik, sipil, perbankan, ilmu pengetahuan, bisnis baik oleh pemerintah maupun swasta. Dimana sekarang juga berkembang teknologi jaringan komputer, dimana orang bisa berkomunikasi dengan menggunakan komputer, yang tidak hanya dalam satu ruangan, tetapi bisa meliputi antar benua, yaitu Internet. Jadi bisa dikatakan komputer telah memasuki segala bidang kehidupan kita.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka pemakaian komputer di bidang administrasi pendidikan memberikan mamfaat yang sangat besar, baik dalam ketelitian maupun volume pekerjaan yang ditangani. Sehingga dalam penyajian laporan dan informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh secara cepat tepat dan lengkap tanpa harus melalui proses pencatatan yang berulang-ulang. Berikut ini diberikan beberapa keuntungan apabila proses administarsi pendidikan menggunakan sistem komputer sebagai alat bantu memproses :

  • Kecepatan. Sistem komputer dapat menghasilkan informasi yang lebih cepat dibandingkan dengan sistem manual, karena komputer dapat melaksanakan pekerjaan pada saat yang bersamaan dengan kecepatan yang tinggi.
  • Volume hasil. Sebagai akibat proses pengerjaan yang cepat, maka volume transaksi yang dapat diolah menjadi jauh lebih banyak, dan volume hasil yang dapat diperoleh juga semakin banyak.
  • Pencegahan kekeliruan. Tingkat ketelitian komputer, jauh lebih tinggi daripada ketelitian manusia. Oleh karena itu pemakaian komputer akan sangat banyak mengurangi kekeliruan. Selain itu sistem komputer juga dilengkapi dengan berbagai cara untuk mencegah kekeliruan.
  • Penyusunan laporan otomatis. Dalam sistem administarsi pendidikan dengan komputer, laporan-laporan dikerjakan secara otomatis. Komputer dapat melakukan proses penyusunan laporan data nilai siswa, instruktur, penjadwalan, paket dan presensi, dll.
  • Pencetakan laporan secara otomatis. Sistem komputer dapat mencetak berbagai laporan yang digunakan dalam perusahaan, seperti Sertifikat, presensi, paket dll.

1.2 Latar Belakang Masalah

Lembaga Pendidikan Komputer “MediaTama Informatika Computer” menggunakan sistem informasi berbasis komputer yang masih sangat sederhana. Pada awalnya sistem informasi yang diterapkan tersebut masih dapat menangani administrasi pendidikan dengan baik dan tidak mengalami kesulitan yang cukup berarti karena jumlah peserta kursus tidak terlalu banyak.

Namun seiring dengan perkembangan yang telah terjadi dengan semakin banyaknya peminat untuk mengikuti kursus di Lembaga Pendidikan Komputer tersebut. Maka kesibukan-kesibukan dalam administrasi pendidikan pada lembaga tersebut semakin meningkat dan mulai jadi masalah bagi perusahaan tersebut.

Permasalahan tersebut membuat pihak pengelola Lembaga Pendidikan Komputer “MIC” merasa perlu untuk mengkomputerisasi Sistem Informasi Administrasi Pendidikan yang baru yang dapat memperbaiki sistem yang lama, karena sistem administrasi yang lama yang memakan siklus yang cukup panjang dan waktu yang lama juga sudah sering sekali mengalami kesalahan-kesalahan dan sudah tidak bisa lagi untuk menjawab tantangan-tantangan yang ada seiring dengan perkembangan yang pesat, maka penyelesaian dan jawaban adalah pembuatan Sistem Informasi Administrasi Pendidikan yang baru merupakan salah satu kebutuham yang sangat mendesak.

Disamping masalah tersebut, perusahaan juga menghadapi kendala adalah sebagai beikut : Satu peserta dapat mengambil banyak paket kursus. Satu instruktur dapat mengajar banyak paket kursus, satu kelas dapat digunakan untuk belajar banyak paket kursus. Dengan adanya keterbatasan bahwa satu instruktur maksimal 2 kelas dalam satu hari dan satu kelas hanya maksimal empat shift kursus, maka jika jumlah peserta kursus semakin besar maka perlu juga ada penanganan khusus untuk ini.

1.3 Batasan Masalah


Berdasarkan survei terhadap permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan, maka dirumuskan permasalahan yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut :

  • Menangani masalah seputar pendaftaran peserta kursus
  • Menangani masalah seputar administrasi nilai dari peserta kursus
  • Memberikan fasilitas kepada siswa yaitu penghargaan atau sertifikat sebagai tanda tamat belajar
  • Menangani seputar penjadwalan daftar paket yang ditawarkan dan ruangan yang akan dipakai untuk proses belajar-mengajar
  • Memberikan Informasi berupa laporan Instruktur, paket yang ditawarkan serta presensi.

1.4 Kebutuhan Sistem


· Kebutuhan Hardware

a) Pembuatan sistem

1. CPU dengan spesifikasi :

· Prosesor pentium 75

· RAM 16 MB

· Hardisk 3.2 M

· DiskDrive 3.5 “ HD

2. Monitor SVGA

3. Keyboard

4. Printer

b) Implementasi Sistem

1. CPU dengan spesifikasi minimal :

· Prosesor Pentium 75

· RAM 8MB

· Hardisk 270 M

2. Monitor VGA

3. Keyboard

4. Printer

· Kebutuhan Software

a) Pembuatan sistem

1. Sistem Operasi Windows 95 / 98

2. Visual Foxpro versi 6.0

b) Implementasi Sistem

1. Sistem Operasi Windows 95 / 98

2. Visual Foxpro minimal versi 6.0 keatas

· Kebutuhan Brainware

Operator yang dapat menjalankan program aplikasi ini dengan semaksimal mungkin.

1.5 Metodologi Penelitian


Metodologi penelitian yang digunakan dalam Kerja Praktek ini terdiri dari 2 macam , yaitu :

1. Studi Pustaka

Studi Pustaka dilakukan dengan cara mempelajari teori-teori literatur dan buku-buku yang berhubungan dengan objek kerja praktek sebagai dasar dalam penelitian ini.

2. Studi Lapangan

Studi Lapangan dilakukan dengan cara meneliti perusahaan secara langsung. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data-data dan keterangan-keterangan yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti.

Studi Lapangan ini meliputi :

1. Interview with Vampire

2. Quesioner

3. Observasi.

1.6 Tujuan Kerja Praktek


Bagi Mahasiswa

· Menerapkan semua ilmu yang berhubungan dengan basis data, yang telah diperoleh selama ini, dengan membuat sistem informasi berbasis komputer.

· Menyusun suatu informasi yang sistematis dan terstruktur sehingga aplikasi yang dibuat benar-benar bermamfaat bagi perusahaan.

Bagi Perusahaan

· Membantu perusahaan dalam pembuatan Sistem Informasi yang berbasis komputer secara sistematis, terarah dan lengkap dan lebih mengefisienkan pekerjaan dalam perusahaan.

Memperbaiki Sistem yang lama.

1.7 Jadwal Kegiatan Kerja Praktek

1.8 Sistematika Penulisan



Bab I Pendahuluan



Pada Bab ini berisi tentang Pengantar, Latar belakang masalah, Batasan masalah, Kebutuhan sistem, Tujuan Kerja Praktek, Metode penelitian, Jadwal kegiatan. Sistematika Penulisan


Bab II Gambaran Umum Perusahaan



Pada Bab ini berisi tentang Sejarah Perkembangan Perusahaan, Kedudukan Sosial di Masyarakat, Letak dan Tempat Kedudukan, Struktur Organisasi, Spesifikasi program atau Aliran dokumennya, Ongkos Pembuatan Program dan Implementasi.


Bab III Perancangan Sistem



Pada bab ini digambarkan tahap-tahap perancangan proyek yang akan dikembangkan, adapun tahap-tahap tersebut terdiri dari EventList, DataFlowDiagram, Diagram Context, Perancangan Input/Output dan beberapa lainnya sampai dihasilkan satu sistem yang diinginkan.


Bab IV Hasil Implementasi



Pada bab ini diberikan contoh hasil Implementasi yang dihasilkan oleh sistem yang terbentuk.


Bab V Kesimpulan dan Saran



Pada bab ini kesimpulan-kesimpulan yang didapat dalam pengembangan proyek, serta saran-saran untuk perbaikan sistem sehingga lebih baik.



DAFTAR PUSTAKA


http://copasmakalah.blogspot.com/2011/09/contoh-makalah-komputer.html


Demikian tadi makalah tentang komputer. Semoga makalah yang kami sampaikan diatas dapat bermanfaat bagi anda yang sedang membutuhkannya. Jika masih ada kesalahan dalam penulisan makalah anda dapat mengeditnya sesuai dengan yang anda inginkan. 

Contoh Makalah TIK Tentang Komputer


contoh makalah penelitian

contoh makalah sederhana

contoh makalah biologi

contoh pendahuluan makalah

contoh pembuatan makalah

contoh membuat makalah

contoh makalah kewirausahaan

contoh susunan makalah

contoh makalah tik

contoh penutup makalah

contoh makalah bahasa indonesia

contoh makalah pendidikan

contoh makalah mahasiswa

Sabtu, 23 Januari 2016

Contoh Makalah Pendidikan : Masalah Sosial Dalam Kasus Kemiskinan

Contoh Makalah Pendidikan Yang Baik Dan Benar | Bagi Anda yang tidak ingin repot repot mengeditnya di ms. word, saya telah mrenuliskan contoh makalah di link download dibawah ini. Klik link dibawah ini untuk mendownload contohnya dalam format .docx.



Download Contoh Makalah PendidikanYang Baik Dan Benar .docx




Contoh Makalah Pendidikan : Masalah Sosial Dalam Kasus Kemiskinan | Makalah sosiologi adalah bahasan yang akan kita posting didalam blog ini. Tema makalah tersebut adalah Masalah Sosial Dalam Kasus Kemiskinan. Oke , langsung saja simak makalah yang telah kami tuliskan di bawah ini .



Contoh Makalah Pendidikan : Masalah Sosial Dalam Kasus Kemiskinan


BAB 1

PENDAHULUAN



A.Latar Belakang Masalah


Sosiologimerupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat yang meliputi gejala-gejalasosial,struktur sosial dan perubahan sosial. Sosiologi menelaah gejala-gejala yang wajar dalam masyarakat seperti norma-norma, kelompok sosial dalam lapisan masyarakat, lembaga masyarakat, proses sosial, perubahan sosial dan kebudayaan serta perwujudannya.Gejala-gejala tersebut ada yang tidak berlangsung normal sebagaimana yang dikehendaki masyarakat dan merupakan gejala-gejala abnormal atau gejala-gejala patologis, hal ini disebabkan adanya unsur-unsur masyarakat yang tidak berfungsi sebagai mana mestinya yang menyebabkan kekecewaan dan penderitaan.Gejala-gejala abnormal tersebut dapat dinamakan sebagai masalah-masalah sosial.salah satu contoh masalah sosial masyarakat adalah kemiskinan.

Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisik dalam kelompok tersebut.Kemiskinan sebagai suatu fenomena sosial yang tidak hanya dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang tetapi juga terjadi di negara-negara yang sudah mempunyai kemapanan di bidang ekonomi.

Kemiskinan merupakan permasalahan yang diakibatkan oleh kondisi nasional suatu negara dan situasi global.Dengan adanya globalisasi ekonomi dan ketergantungan antar negara dapat memberikan tantangan dan kesempatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu negara dan juga memberikan resiko ketidakpastian perekonomian dunia,kependudukan maupun lingkungan hidup.Pada umumnya semua kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada peningkatan kesejahteraan rakyat.Dampak dari berbagai kebijakan tersebut adalah masih banyaknya penduduk miskin di indonesia.


B.Rumusan masalah

  • Mengapa masalah sosial dapat menimbulkan gejala-gejala normal dan abnormal ?
  • Mengapa kemiskinan dapat disebut sebagai fenomena sosial ?
  • Apa saja penyebab kemiskinan ?
  • Bagaimana cara menanggulangi kemiskinan ?


C.Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mengenai masalah sosial terhadap kasus kemiskinan antara lain:
  • Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menanggulangi kemiskinan di lingkungannya.
  • Mengungkapkan permasalahan kemiskinan yang di alami masyarakat dan cara menanggulanginya.
  • Meningkatkan rasa tenggang rasa, sosialisasi terhadap sesama, dan menurunkan kesenjangan sosial.


D.Manfaat Penelitian

A. bagi penulis
  • Memperdalam wawasan dan pengetahuan mengenai ilmu pengetahuan sosiologi.
  • Menambah ilmu pengetahuan penulis terhadap sosiologi terutama mengenai masalah sosial dalam masyarakat.
  • Mengetahui perkembangan dan kemajuan keadaan sosial di dalam kehidupan bermasyarakat.


B.bagi pembaca

  • Menambah pengalaman pembaca untuk memperdalam ilmu pengetahuan sosiologi.
  • Menambah wawasan pembaca terhadap sosiologi mengenai masalah sosial.
  • Mengetahui perkembangan sosiologi di dalam masyarakat.



BAB 2

LANDASAN TEORI



A.Pengertian Masalah Sosial 

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.

Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.

B.Pengertian Kemiskinan

Kemiskinan merupakan masalah kemanusiaan yang telah lama diperbincangkan karena berkaitan d Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.


Masalah sosialmuncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakatdengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.

engan tingkat kesejahteraan masyarakat dan upaya penanganannya. Dalam PanduanKeluarga Sejahtera (1996: 10) kemiskinanadalah suatu keadaan dimana seorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri dengan taraf kehidupan yang dimiliki dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam Panduan IDT (1993: 26) bahwa kemiskinan adalah situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena dikehendaki oleh si miskin, melainkan karena tidak dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya. Mengamati secara mendalam tentang kemiskinan dan penyebabnya akan muncul berbagai tipologi dan dimensi kemiskinan karena kemiskinan itu sendiri multikompleks, dinamis, dan berkaitan dengan ruang, waktu serta tempat dimana kemiskinan dilihat dari berbagai sudut pandang.


Kemiskinan dibagi dalam dua kriteria yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif :
1. Kemiskinan absolut
Kemiskinan absolut adalah kemiskinan yang diukur dengan tingkat pendapatan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
2. kemiskinan relatif
Kemiskinan relatif adalah penduduk yang telah memiliki pendapatan sudah mencapai kebutuhan dasar namun jauh lebih rendah dibanding keadaan masyarakat sekitarnya.


Kemiskinan menurut tingkatan kemiskinan adalahkemiskinan sementara dan kemiskinan kronis.
1. Kemiskinan sementara
Kemiskinan sementara yaitu kemiskinan yang terjadi sebab adanya bencana alam .
2. kemiskinan kronis
Kemiskinan kronis yaitu kemiskinan yang terjadi pada mereka yang kekurangan ketrampilan, aset, dan stamina (Aisyah, 2001: 151).


Penyebab kemiskinan menurut Kuncoro (2000: 107) sebagai berikut:
1. Secara makro, kemiskinan muncul karena adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya yang menimbulkan distribusi pendapatan timpang, penduduk miskin hanya memiliki sumber daya dalam jumlah yang terbatas dan kualitasnya rendah.
2. Kemiskinan muncul akibat perbedaan kualitas sumber daya manusia karena kualitas sumber daya manusia yang rendah berarti produktivitas juga rendah, upahnya pun rendah.
3. kemiskinan muncul sebab perbedaan akses dan modal.
.
Logika berpikir yang dikemukakan Nurkse yang dikutip Kuncoro (2000: 7) yang mengemukakan bahwa negara miskin itu miskin karena dia miskin (a poor country is poor because it is poor)


Lingkaran Setan Kemiskinan (The Vicious Circle of Poverty ),Menurut Bayo (1996: 18) yang mengutip pendapat Chambers bahwa ada lima “ketidakberuntungan” yang melingkari orang atau keluarga miskin yaitu sebagai berikut:
1. Kemiskinan (poverty)
2. Masalah kerentanan (vulnerability).
3. Masalah ketidakberdayaan.
4. Lemahnya ketahanan fisik
5. Masalah keterisolasian.


Masalah keberlanjutan pemanfaatan program IDT di desa Kopen kecamatan Teras kabupaten Boyolali adalah sebagai berikut:


Faktor yang mempengaruhi keberlanjutan pemanfaatan dana IDT yang meliputi empat faktor atau variabel sebagai berikut:
a. Pemanfaatan dana IDT;
b. Jenis usaha;
c. Besar dana yang diterima;
d. Partisipasi anggota pokmas.

Beberapa variabel yang mempengaruhi pelaksanaan program IDT dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pemanfaatan dana IDT
Dalam pelaksanaan program IDT terdapat beberapa prinsip yang saling berkaitan untuk menjelaskan konsep pemanfaatan dana bergulir IDT. Beberapa prinsip itu antara lain sebagai berikut:
  • 1) Prinsip Dana Bergulir
Dana yang disalurkan pemerintah kepada masyarakat melalui program IDT sesuai dengan Inpres No.5 tahun 1993 merupakan bantuan khusus bagi masyarakat miskin yang berupa modal kerja sebagai hibah bergulir(Revolving Grant) dengan bimbingan teknis pemerintah untuk pembinaan, penyuluhan dan motivasi.
  • 2)Prinsip Keberlanjutan Pemanfaatan Dana IDT
Penanggulangan kemiskinan secara terencana dan terkoordinir telah diupayakan pemerintah untuk dilaksanakan melalui prinsip-prinsip pokok
Menurut Suprapto (1999: 23) ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan kemacetan dana yaitu sebagai berikut:
1. Bagi pemakai dana berputar baik individu maupun kelompok sebaiknya dikenai persyaratan supaya ada motivasi berusaha dan sudah memulai aktivitas produktif sehingga dana berputar tidak hanya dianggap sekedar sebagai hadiah cumacuma melainkan sebagai kebutuhan yang pemanfaatannya harus dipertanggungjawabkan.
2. lembaga yang akan diserahi untuk mengelola dana yang akan berputar harus betul-betul sudah siap karena lembaga ini yang nantinya akan memantau pemanfaatannya dan mengatur penyebarannya pada pemakai berikutnya.
3. perlu diciptakannya mekanisme kontrol dari masyarakat itu sendiri melalui penyebarluasan penggunaan dana berputar kepada masyarakat.


2. Konsep Jenis Usaha
Jenis usaha ekonomi merupakan kegiatan produksi barang atau jasa yang memberikan hasil atau keuntungan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota pokmas dan keluarganya. Bersumber pada Panduan IDT (1993: 24) jenis usaha yang dapat dibiayai dengan dana program IDT adalah jenis usaha yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Cepat menghasilkan, jarak waktu antara pengeluaran yang harus dilakukan dengan penerimaan hasil kegiatan tidak terlalu lama;
b. Mendayagunakan potensi yang ada dan dimiliki oleh desa;
c. Menghasilkan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar atau dipasarkan sehingga memberikan nilai tambah;


3. Konsep Besar Dana Diterima
Berdasarkan Inpres no. 5 tahun 1993 tanggal 27 Desember 1993 tentang Peningkatan Penanggulangan Kemiskinan, program IDT merupakan bagian dari gerakan nasional penanggulangan kemiskinan dengan menyediakan bantuan khusus berupa modal kerja bagi kelompok penduduk miskin yang digunakan untuk kegiatan usaha yang pemanfaatannya dapat dirasakan terutama pemenuhan kebutuhan mendasar keluarga miskin.


4. Partisipasi Anggota Kelompok
Pelaksanaan program IDT sesuai dengan panduan IDT bersifat terbuka dan berkesinambungan melalui pendekatan sebagai berikut:
a. Keterpaduan yaitu mengarahkan kegiatan pembangunan secara lintas sektoral dan lintas daerah serta meletakkan upaya penanggulangan kemiskinan sebagai bagian dari proses pembangunan yangmenyeluruh dan terpadu.
b. Kegotongroyongan yaitu menumbuhkan rasa kebersamaan, yang lebih kuat membantu yang lemah sehingga menciptakan kesejahteraan bersama.
c. Keswadayaan yaitu menitikberatkan pada usaha yang berdasarkan kemandirian.
d. Partisipatif yaitu melibatkan warga masyarakat khususnya kelompok sasaran dalam pengambilan keputusan sejak perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemerataan hasil sesuai dengan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di masyarakat itu sendiri.
e. Terdesentralisasi yaitu menurunkan wewenang pembuatan keputusan, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kepada aparat pemerintah yang terdekat dengan penduduk miskin.





BAB III

PEMBAHASAN



A.Respon masyarakat terhadap masalah sosial

Masalah sosial terutama masalah kemiskinan, pemerintah atau masyarakat bisa mengendalikan atau menyelesaikan masalah tersebut dengan cara kebersamaan atau kekeluargaan dengan diadakannya program perdagangan di pasar modern atau tradisional dengan berbagai macam bentuk, agar masyarakat terpacu untuk bisa mengembangkan kreasi mereka masing-masing. Sehingga masyarakat bisa menghasilkan pendapatan dan mengurangi jumlah kemiskinan di Indonesia.

Tindakan bersama yang diharapkan berdampak pada kondisi kehidupan yang lebih baik. Secara umum dapat dikatakan, bahwa masyarakat yang dapat mengelola dan mengatasi masalah sosial, memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi di bandingkan masyarakat yang lain.

Penanganan masalah sosial oleh masyarakat itu sendiri dalam berbagai hal saling mengisi dan saling melengkapi , dengan tindakan penanganan yang dilakukan oleh institusi pemerintah (Negara). Menempatkan usaha pelayanan sosial yang merupakan salah satu implementasi dari kebijakan social oleh negara tersebut akan melibatkan interkasi atau hubungan timbal balik.

B. . Penanganan Masalah Sosial Terhadap Kemiskinan

Pemerintah Daerah memiliki keleluasaan lebih banyak untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan sehingga pembangunan bisa mengarah pada pengelolaan secara bottom up. Dengan demikian Pemerintah daerah bukan lagi sekedar operator pembangunan, tetapi juga sebagai entrepreneur, koordinator, fasilitator dan stimulator.

Denganpengelolaan yang bottom up akan menciptakan suatu pembangunan yang kreatif yaitu pembangunan yang mampu memberikan ciri khas daerahnya sendiri sehingga daerah tersebut nantinya akan memiliki keunggulan yang kompetitif.

Namun di lain pihak, anggaran pembangunan yang tersedia terbatas sedangkan program pembangunan yang dibutuhkan relatif banyak. Dalam hal ini Pemerintah Daerah dituntut untuk mampu melakukan penentuan prioritas program pembangunan yang diusulkan dimana penyusunannya berdasarkan kriteria yang terukur dan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menunjang impelementasi program pembangunan,tersebut.

Kewenangan pengambil keputusan dan tanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat sepenuhnya ada pada pemerintah daerah dan legislatifnya termasuk dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan. Salah satunya adalah penyelenggaraan pelayanan bagi masyarakat miskin.

Kemiskinan merupakan permasalahan yang harus segera tuntas karena keadaan miskin membuat masyarakat menjadi lemah dan tidak bermartabat.Pemerintah baik pusat maupun daerah telah berupaya dalam melaksanakan berbagai kebijakan dan program-program penanggulangan kemiskinan namun masih jauh panggang daripada api. Kebijakan dan program yang dilaksanakan belum menampakkan hasil yang optimal.

Masih terjadi kesenjangan antara rencana dengan pencapaian tujuan karena kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan lebih berorientasi pada program sektoral. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi penanggulangan kemiskinan yang terpadu, terintegrasi dan sinergis sehingga dapat menyelesaikan masalah secara tuntas. Kunci pemecahan masalah kemiskinan adalah memberi kesempatan kepada masyarakat miskin untuk ikut serta dalam seluruh tahap pembangunan.

DAFTAR PUSTAKA


http://waterfres.blogspot.com/2013/09/kumpulan-makalah-sosiologi-tentang_3.html


Nah, demikian tadi contoh makalah sosiologi dengan tema Masalah Sosial Dalam Kasus Kemiskinan. Semoga makalah yang telah kami tuliskan diatas dapat bermanfaat bagi anda yang membutuhkan.

Contoh Makalah Pendidikan : Masalah Sosial Dalam Kasus Kemiskinan



contoh makalah penelitian

contoh makalah sederhana

contoh makalah biologi

contoh pendahuluan makalah

contoh pembuatan makalah

contoh membuat makalah

contoh makalah kewirausahaan

contoh susunan makalah

contoh makalah tik

contoh penutup makalah

contoh makalah bahasa indonesia

contoh makalah pendidikan

contoh makalah mahasiswa

Senin, 31 Agustus 2015

Contoh Makalah Pendidikan : Budaya Jawa Dan Eksistensinya

Contoh Makalah Pendidikan : Budaya Jawa Dan Eksistensinya | Makalah yang akan kami tuliskan di bawah ini yaitu contoh makalah tentang kebudayaan jawa dan eksistensinya. Anda boleh mendownload/ kopi /paste sesuai dengan keinginan anda. Semoga contoh makalah ini bisa bermanfaat bagi anda yang membutuhkannya.

Berikut ini adalah penampakan dari makalah ini : 





BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Jawa adalah bagian dari kepulauan NKRI yang paling padat penduduknya. Pulau Jawa itu sendiri terbagi menjadi provinsi Banten, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Selain padat penduduknya, Jawa juga kaya akan khasanah budaya, karena dari masing-masing provinsi tersebut memiliki budaya, tradisi, dan latar belakang yang berbeda-beda.
Dewasa ini kelangsungan budaya di pulau Jawa semakin terancam keberadannya, terlebih lagi dengan adanya modernisasi, globalisasi, dan kemajuan teknologi maka mengakibatkan semakin mudah pula merasuknya budaya asing yang sangat berpeluang merusak budaya tersebut.
Kini semakin terlihat dengan jelas bahwa tidak dapat dipungkiri budaya kita kini semakin tersingkir. Pemuda lebih condong kepada budaya Barat dan semakin jarang masyarakat yang peduli dengan budaya leluhur mereka.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkanlatar belakang dan permasalahan seperti yang telah dikemukakan di atas, perlu dicari jawab atas pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut
(1)  Apakah budaya Jawa itu?
(2)  Bagaimanakah eksistensinya sekarang ini?
(3)  Apakah yang menyebabkan terancamnya eksistensi budaya Jawa?
(4)  Langkah apa sajakah yang harus kita lakukan untuk tetap menjaga eksistensi
       budaya Jawa?

C.    Tujuan
Penulisan makalah ini  bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang budaya dan untuk membangkitkan semangat mereka untuk mencintai budayanya.

D.    Luaran yang Diharapkan
Makalah ini disusun supaya masyarakat lebih faham akan budaya Jawa “Tengah” yang menjadi budaya leluhur mereka, selain itu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap budaya mereka adalah tujuan yang paling utama. Dengan adanya kesadaran dari masing-masing pribadi masyarakat akan dapat sangat membantu tetap bertahannya budaya kita, karena kesadaran akan menggerakkan hati mereka untuk mencintai budaya mereka. Dengan demikian, hal tersebut akan mendorong mereka untuk selalu berusaha  menjaga keberadaannya, sehingga eksistensi budaya ini akan terus tetap terjaga.

E.     Tinjauan Pustaka
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah,yang merupakan bentuk jamak dari buddhi ( budi atau akal ) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Budaya didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasikan pengalamannya dan menjadi landasan bagi tingkah lakunya.
Sebuah kebudayaan adalah milik bersama anggota masyarakat atau suatu golongan sosial, yang penyebaran dan pewarisan kepada anggota-anggotanya  yakni kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun yang tidak (termasuk juga berbagai peralatan yang dibuat oleh mereka).
Kejawen adalah peradaban yang terbentuk di Jawa merupakan aturan moral yang terapi unsur-unsur religius. Bagi masyarakat Jawa, mitos adalah sebuah sistem ide yang digunakan sebagai “cara untuk menjelaskan dunia”.
Digelar dua buah kongres untuk mengembalikan kejayan budaya Jawa. Kongres yang pertama, kongres sastra Jawa (KSJ) diadakan di Solo (6-7 Juli 2009) . Kongres kedua , Kongres Bahasa Jawa (KBJ) digelar di jantung peradaban  Jawa, Yogyakarta (15-21 Juli 2009).

F.     Metode Pendekatan
Untuk mencari penyelesaian dari rumusan masalah yang telah ada, maka kami melakukan pengamatan terhadap problematika yang terjadi di masyarakat melalui fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dan dari internet. Dan untuk memberikan keluaran maka kami mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada.

G.    Budaya Jawa dan Eksistensinya
1.      Asal-Usul Budaya Jawa
“Dalam catatan Yunani, yang ditulis Claucius Ptolomeus (tahun 165 M) istilah labadiou (jawadwipa) digunakan untuk menyebut pulau Jawa, yang mana kurang lebih artinya adalah sebuah pulau yang jauh terletak di tenggara yang kaya akan beras .
Njowo digunakan sebagai sebuah ungkapan untuk mendefinisikan tingkah laku seseorang, atau dengan kata lain njowo itu adalah mengerti; paham; beretika sesuai dengan (budaya) Jawa .
Peradaban tertua di Indonesia yang tercatat dalam perjalan pelancong-pelancong (dari Cina maupun pedagang India ) masa lalu adalah Sakanagara (abad 1 M) sendiri terletak di pesisir barat Pulau Jawa, di sekitar daerah Pandeglang. Dari komunitas ini kemudian lahirlah Taramarajuk (abad 4 M). Sedangkan di bagian tengah Pulau Jawa, peradaban tertua di awali dengan kerajaan Kalingga (abad 6 M). Kemudian untuk Pulau Jawa bagian timur , peradaban pertama yang dicatat adalah kerajaan Kanjuruhan dengan ditemukannya prasasti Dinoyo (tahun 760) yang ditulis dengan huruf Jawa Kuno (Kawi). Kemudian dilanjutkan dengan kerajaan yang didirikan oleh Mpu Sendok, raja terakhir dari Wangsa Sanjaya yang berkuasa di Mataram pada abad 9 M, yang memindahkan ibukota kerajaan lebih ke timur di tepi Sungai Brantas. Diduga karena bencana alam meletusnya gunung Merapi.
Dari uraian di atas  dapat disimpulkan “peradaban tertua yang pernah tercatat di Pulau Jawa dimulai dari barat ke timur”. Juga terdapat bentuk sinkritisme yang paling pas dan harmonis antara ajaran teologi Islam-Hindu-Buddha-dan Jawa”.
2.      Macam –Macam Kesenian dalam Budaya Jawa
Budaya yang terdapat di pulau Jawa sangatlah beragam, namun di sini kita akan membahas tentang budaya Jawa Tengah yang lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan budaya Jawa. Jawa tengah adalah salah satu provinsi di pulau Jawa yang memiliki budaya daerah yang sangat beragam.
Jawa Tengah yang merupakan salah satu dari sepuluh daerah tujuan wisata di Indonesia dapat dengan mudah dijangkau dari segala penjuru  baik darat, laut, maupun udara. Provinsi ini juga telah melewati sejarah yang panjang dari jaman purba hingga sekarang.
Di Jawa Tengah segala macam bidang seni tumbuh dan berkembang dengan baik, dan hal ini dapat kita saksikan pada peninggalan-peninggalan yang ada sekarang.
3.       Seni Arsitektur Bangunan Jawa Tengah
Pembagunan Jawa Tengah pada umumnya bangunan induk serta bangunan lain di seputarnya  secara keseluruhan merupakan kompleks perumahan yang dinamakan “Padepokan Jawa Tengah”, seni bangunan dari jaman Sanjayawangsa dan Syailendrawangsa. Jawa Tengah juga dikenal dengan sebutan “ The Island of Temples “ karena memang di Jawa Tengah bertebaran candi-candi.
Pendopo Agung yang berbentuk “Joglo Trajumas”, atapnya yang luas ditopang  4 Soko Guru (tiang pokok), 12 Soko Goco, dan 20 Soko Rowo. Kesemuanya membuat penampilan bangunan itu berkesan “momot”, artinya berkemampuan menampung segala hal, sesuai dengan  fungsinya sebagai tempat menerima tamu. Pendopo Agung dihubungkan dengan ruang “pringgitan”, yang aslinya sebagai tempat pertunjukan ringgit atau wayang kulit. Pringgitan ini berarsitektur limas. Bangunan lain adalah bentuk rumah adat “ Joglo Tajuk Mangkurat”, “Joglo Pangrawit”, dan rumah bercorak “Doro Gepak”.
4.      Tarian Daerah Jawa Tengah
Tari Jawa memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan masyarakatnya. Selain sebagai hiburan, beberapa tarian yang lainnya juga memiliki fungsi sakral yaitu disajikan dalam pelantikan dan penghormatan raja-raja. Tarian Jawa itu berwujud seni tari yang adiluhung , sakral , dan religius.Tari Jawa tersebut banyak jenisnya. Tarian tersebut di antaranya  sebagai berikut: (1) tari Srimpi, (2) tari Bedaya Ketawang, (3) wireng, (4)prawirayudha, (5) dan (6) tari Kuda-Kuda. Khusus di Mangkunegaran disebut tari Langendriyan , yang mengambil kisah Damarwulan .
Tari yang terkenal di  Kraton Solo di antaranya adalah Srimpi dan Bedaya Ketawang. Menurut kitab Wredhapradhangga yang dianggap sebagai pencipta dari tari Bedaya Ketawang adalah Sultan Agung (1613-1645) yakni yang menjabat sebagai raja pertama kerajaan Mataram. Tari ini tidak hanya ditampilkan saat pelantikan raja namun juga ditampilkan setahun sekali ketika hari-hari besar dan upacara kraton.
 Rangakaian tari Bedaya Ketawang  dan nama penarinya dengan urutan sebagai berikut: Batak, Endhel Ajeg, Endhel Weton, Apit ngarep, Apit mburi, Gulu, Dhada, dan Boncit.
Sementara Kraton Kasunanan Pakubuwono juga menciptakan tarian, yaitu tari Srimpi. Tarian ini menggambarkan perang antara dua satria. Jenis tari srimpi di antaranya: Srimpi Padelori, Andhong-andhong, Arjuna Mangsah, Dhempel Sangopati, Elo-elo, Dempel, Gambir Sawit, Muncar, Gandokusuma, dan Srimpi Lobong. Selain itu juga terdapat tarian Jawa modern  yang biasanya disajikan saat hajatan, di antaranya : (1) tari Gambyong, (2) tari Merak, (3) tari Golek, (4) tari Gambiranom, (5) tari Minak Jingggo, (6) tari Karonsih, (7) tari Gatotkaca Gandrung, dan lain-lain. Tayub juga merupakan salah satu tarian Jawa yang biasa ditampilkan dalam hajatan.
5.       Seni Peran Ketoprak
Ketoprak adalah salah satu kebudayaan daerah Jawa Tengah, yang mana kesenian ini diperankan oleh sekelompok orang dengan membawakan peran dan karakter dari tokoh-tokoh dari kisah-kisah cerita rakyat dari Jawa. Cerita yang sering diangkat dalam  ketoprak adalah Ramayana dan Mahabarata, yang kesemuanya bercerita tentang kebaikan akan selalu menang melawan  keangkaramurkaan.
Karena itulah sebabnya mengapa masyarakat Jawa memiliki sikap “andap asor”, lemah-lembut, ramah-tamah, sopan-santun, dan penuh filosofi.
6.      Wayang
Wayang adalah salah satu tradisi bercerita di Jawa Tengah yang masih berlanjut hingga saat ini yang paling berkembang dan terkenal hingga ke penjuru dunia.Wayang merupakan salah satu kesenian Jawa yang hingga sekarang ini masih eksis.
 Kesenian wayang sering disajikan dalam hajatan. Wayang tidak jauh berbeda dengan ketoprak. Jika ketoprak diperankan oleh manusia, sementara tokoh-tokoh cerita dalam wayang diperankan dengan properti yang disebut wayang itu sendiri yakni sejenis miniatur dengan bentuk sosok manusia yang digambarkan sesuai dengan sifatnya dan berbahan dari kulit . Wayang  dijalankan oleh seorang dhalang.
Beberapa alat yang digunakan dalam pewayangan di antaranya adalah: “kelir” (background dalam bentuk  layar yang berupa kain berwarna putih), “blencong” (sejenis lampu yng digunakan untuk menambah kesan untuk menguatkan suasana dari jalan ceritanya), “debog” (batang pisang yang digunakan sebagai tempat untuk menancapkan wayang-wayang yang hendak dimainkan), “cempala” dan “kepyak” (sejenis alat untuk menciptakan suara pengiring saat wayang dijalankan).
7.      Lagu Daerah Jawa Tengah
Budaya Intelektual di tanah Jawa pada masa lalu ternyata sudah dapat dikatakan tinggi, hal ini terbukti banyak karya-karya sastra yang ditulis, meskipun berbentuk tembang (sastra sekar) macapat yang juga ternyata memiliki aturan-aturan baku , yang kalau kita pelajari akan tampak nilai-nilai intelektualitas yang tinggi.
Ciri lain yang menonjol dari karya-karya itu adalah nilai mistiknya, sehingga membaca karya mereka seakan kita hanya akan mengungkap khasanah mitos yang tidak rasional. Padahal jika diperhatikan secara seksama banyak dari karya mereka yang mengandung informasi yang meyakinkan.
Jawa Tengah memiliki lagu daerah, yang dibagi atas : (1) tembang dolanan(Ilir-Ilir, Cublak-Cublak Suweng, Gundhul Pacul, dan lain-lain), (2) tembang macapat (Maskumambang, Pocung, Gambuh, Megatruh, Mijil, Kinanthi, Durma, Pangkur, Asmaradana, Sinom, dan Dhandanggula), dan (3) gendhing Jawa kreasi (modern).
8.      Kesenian Musik Jawa Tengah
Musik Jawa yang disebut gamelan sering digunakan untuk mengiringi gendhing-gendhing dan tari , terdiri atas gender,demung, bonang, bonang penerus, gambang, gong, kempul, kethuk, kenong, saron, peking, siter, rebab, suling, dan kendhang.  Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda,  yang menuntun suara adalah rebab sementara yang menuntun “sampak” (Tempo) adalah kendhang.
Gamelan Jawa itu adalah salah satu corak gamelan  yang eksis di Jawa Tengah dan Yoyakarta dan sebagian Jawa Timur. Musik gamelan Jawa berbeda dengan gamelan dari daerah lainnya. Jika gamelan Jawa pada umumnya mempunyai nada lembut dan menggunakan tempo lebih lambat, berbeda dengan gamelan Bali yang mempunyai tempo lebih cepat dan gamelan Sundha yang mana musiknya mendayu-dayu serta didominasi dengan suara seruling.
Gamelan Jawa juga mempunyai aturan-aturan yang sudah baku di antaranya terdiri  atas beberapa “puteran danpathet” (tinggi rendahnya nada). Juga ada aturan “sampak” (tempo) dan “gongan” (melodi) yang kesemuanya terdiri atas empat nada. Sementara yang memainkan gamelan disebut “Panayagan” atau “nayaga” dan yang menyanyi disebut “pesinden” (wiraswara atau swarawati).
9.      Bahasa Daerah Jawa Tengah
Kebudayaan Jawa yang paling melekat dalam pribadi setiap masyarakatnya adalah bahasa Jawa. Setiap hari di mana saja dan kapan saja mereka selalu menerapkannya. Dari anak kecil hingga orang dewasa dapat menggunakannya dengan fasih, meskipun hanya sebagian kecil dari mereka yang benar-benar menguasai bahasa Jawa tersebut, karena bahasa jawa memiliki tingkatan-tingkatan dalam penggunaanya. Tingkatan-tingkatan tersebut menyebabkan tidak semua dari mereka dapat menguasai dengan baik. Bahasa Jawa terdiri atas bahasa krama inggil, krama alus , krama lugu, krama madya, dan ngoko.
Krama inggil biasanya digunakan sebagai bahasa para MC hajatan, krama alus digunakan saat berbicara dengan orang yang dihormati, sedangkan ngoko digunakan dalam perbincangan antara orang-orang dekat atau biasa digunakan oleh para orang tua untuk berbicara dengan anak-anak mereka, atau oleh  orang dewasa kepada orang-orang usia di bawah mereka dan dialog antara teman sebaya. Keanekaragaman ini menambah kekayaan budaya Jawa, namun hal ini juga justru menjadikan masyarakatnya enggan untuk menerapkannya.
10.  Eksistensi Budaya Jawa
Di balik kekayaan dan keagungan budaya Jawa, kelangsungan budaya Jawa kini semakin terancam punah. Semakin sedikit pula masyarakatnya yang sadar akan kebudayaan itu sendiri. Sebagian besar dari mereka juga kurang mengenal dengan baik  budayanya tersebut, hal ini mengakibatkan semakin rendahnya kesadaran mereka akan budaya serta keinginan untuk menjaganya juga semakin rendah.
Hal ini terbukti, karena banyak dari mereka yang tidak mengerti dan tidak mau tahu akan budayanya sendiri, lebih senang dengan budaya asing yang dianggap “keren”.Banyak dari kalangan masyarakat yang lebih suka mengenakan produk asing, mengembangkan pemikiran asing yang dianggap modern, dan hal ini juga melanda pada bahasa yang mereka pergunakan dalam berkomunikasi. Kenyataan yang terjadi sekarang ini adalah, banyak dari pemuda daerah yang lupa akan budaya mereka. Banyak dari remaja yang tidak lagi menguasai bahasa Jawa dengan baik.
Semakin lama Budaya Jawa semakin tergerus oleh jaman , terlihat dari sebuah fakta bahkan atau mungkin kita mengalami sendiri saat guru mengajari tembang Jawa justru ditertawakan oleh murid-muridnya.Sebagian orang menganggap menguasai budaya bukanlah hal yang penting, mereka menganggap ini adalah hal yang usang dan kuno , dan menghambat kemajuan.
11.  Yang Menyebabkan Lunturnya Budaya Jawa
Globalisasi berjalan seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan tegnologi, di samping membawa kemajuan di dalam pribadi pemuda dan setiap elemen masyarakat, globalisasi juga memberikan dampak buruk pada budaya. Eksistensi budaya menjadi terancam, karena masyarakat yang merasakan kemajuan jaman selalu beranggapan bahwa budaya daerah tidaklah penting karena yang ada dalam otak mereka adalah bagaimana caranya dapat terus mengikuti kemajuan iptek yang terjadi.
Ironinya bukan hanya sekedar memberi dampak buruk terhadap sikap masyarakat, namun juga merasuk ke dalam jiwa mereka kemudian tertanam kukuh dan kemudian menguasai mereka. Sehingga mengalahkan kesadaran mereka dalam berbudaya.
Salah satu penyebab utama yang lainnya adalah karena pemerintah tidak lagi memasukkan pendidikan bahasa Jawa ke dalam kurikulum pendidikan 1975. Barulah sepuluh tahun kemudian terasa mengapa pemuda tidak dapat menguasai budaya Jawa dan tata krama Jawa.Namun, di sisi lain tidak sedikit warga negara asing yang kagum akan budaya Jawa dan sangat antosias serta berlomba-lomba untuk bisa dan belajar budaya Jawa.
Memang sebuah kenyataan pahit yang harus diterima. Namun hal tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja. Rasa bangga tidak cukup hanya diucapakan di bibir saja, namun harus dibuktikan dengan tindakan nyata, yaitu kita wajib menjaga dan melestarikan budaya kita.
Rupanya karena eksistensi budaya Jawa yang semakin menhawatirkan keadannya ini, digelar dua buah kongres untuk mengembalikan kejayannya. Kongres yang pertama, kongres sastra Jawa (KSJ) diadakan di Solo (6-7 Juli 2009) .
Meskipun belum dapat menghasilkan hasil-hasil yang lebik kongkrit, delapan puluh sastrawan Jawa yang hadir nampak cukup puas. Kongres kedua , Kongres Bahasa Jawa (KBJ) digelar di jantung peradaban  Jawa, Yogyakarta (15-21 Juli 2009).
Budaya adalah sebuah identitas yang akan membuat kita bertahan. Bertahan bukan dengan melawan tetapi dengan menerima. Menerima beragam berbedaan yang akan selalu hadir dalam perputaran jaman. Dan masih ada harapan , karena masih banyak anak-anak yang belajar tentang budaya mereka.Dan mereka akan belajar banyak melalui kisah-kisah heroic yang akan mempengaruhi keputusan mereka kelak.
Banyak cara yang dapat kita tempuh.Memang tidak sedikit dana yang dibutuhkan dalam hal ini, tetapi jika harus dibayar mahal dengan musnahnya sebuah budaya itu tidaklah akan sepadan.
Dengan mendirikan sanggar-sanggar akan sangat membantu dalam menjaga kelangsun gan budaya ini. Menumbuhkan minat masyarakat adalah langkah awal yang harus kita kerjakan. Selanjutnya akan menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, yakni turut ambil bagian di dalamnya.
Bagi yang memiliki kemampuan lebih dapat menyumbangkan tenaganya sebagai pelatih dalam sanggar tari misalnya. Sebagai guru vokal, kita juga dapat melestarikan budaya dengan cara mengajarkan tembang-tembang Jawa dalam kelas.
Di dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melestarikan budaya ini dengan cara menerapkan bahasa Jawa dengan baik dan benar.Di dalam lingkungan sekolah dengan cara menyisipkan mata pelajaran Bahasa Jawa adalah sebuah langkah yang tepat. Karena mau tidak mau seorang siswa akan dituntut untuk belajar budaya Jawa ini.
Kita jangan mau kalah dengan orang-orang asing yang antosias mempelajari budaya kita, karena kalau kita sampai terlena maka hal ini justru akan menjadi bumerang bagi kita semua. Sebuah fakta Reog Ponorogo kebudayaan asli Jawa Timur dihak patenkan oleh Malaysia, dan masih banyak hal-hal kecil lainnya yang seharusnya ini menjadi suatu kebanggaan bagi kita.
Dulu kita harus kehilangan yaitu tempe yang diakui oleh Jepang, Reog oleh Malaysia, dan masih banyak identitas kita yang terampas.  Ini adalah suatu hinaan dan pukulan keras bagi kita. Oleh karena itu kita harus menjaga jangan sampai hal ini terulang lagi untuk kedua kalinya.
Ada peribahasa  “ Tak ada gading yangtak retak “, ini adalah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan keadaan budaya kita sekarang ini. Namun jika dirawat gading yang retakpun dapat dipakai sebagai hiasan, Begitu pula dengan budaya, jika kita penuh kesadaran dan keikhlasan menjaga kelangsungannya maka budaya ini akan tetap terjaga kelestariannya, keindahan, serta  kekhasanahannya sehingga dapat kita nikmati  hingga akhir nanti.
Jadikan budaya ini untuk terus dan tetap eksis, sehingga generasi penerus kita akan tetap dapat menikmati budaya yang elok, agung, dan mempesona ini. Kita harus bangga  memiliki budaya ini, karena budaya tidak hanya tersohor hingga ke penjuru dunia, tetapi juga merupakan aset yang begitu luar biasa.
Setiap kebudayaan tanpa ditopang oleh kekuasaan politik tidak akan bertahan. Sebaliknya kekuasaan politik membutuhkan identas. Dengan memanfaatkan kebudayaan tertentu , sebuah rezim kekuasaan memiliki identitas . Di sini kebudayaan menjadi alat kekuasaan.Sehingga campur tangan dari pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini.
H.    Kesimpulan
Dengan mengetahui dan memahami budayanya, maka masyarakat akan tergerak hatinya untuk mencintai dan menjaga budaya mereka. Jika rasa memiliki telah tumbuh, maka mereka tidak akan pernah mau kehilangan budayanya. Sehingga mereka akan berusaha dengan keras untuk menjaga budayanya tersebut dari segala hal yang mengancam keberadaan budaya tersebut dan mereka akan selalu berusaha untuk melestarikannya.
Kita harus berupaya keras untuk mencari jalan keluar dari  permasalahan ini, sehingga kita semua dapat terus menjaga kelestariannya. Dengan demikian generasi penerus kita masih dapat menikmati budaya yang elok ini.
Sehingga kekhasanahan budaya bangsa ini juga akan tetap terjaga hingga akhir nanti. Karena menjaga budaya daerah sama halnya dengan nenjaga budaya negeri ini. Dan hal ini adalah salah satu perwujudan kecintaan kita kepada tanah air.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 1978. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.    
Jakarta : Balai Pustaka
Maruti,Retno.2009. Asal-Usul Budaya Jawa.http://www.tokohindonesia.com[ 8 Mei 2009]
http://waterfres.blogspot.com/2013/08/contoh-makalah-kebudayaan-tentang.html
Nasukha, Yaqub, dkk.  2009. Bahasa Indonesia untuk Penulisan Ilmiah.  
Yudiono, K.S. 1984. Bahasa Indonesia untuk Penulisan Ilmiah.                               
Semarang : Universitas Diponegoro



Itulah contoh mkalah tentang budaya jawa yang baik dan benar. Anda dapat mendownloadnya sebagai sumber referensi bagi anda. Entah itu untuk pembuatan artikel ataupun makalah. Semoga makalah yang kami sampaikan diatas bermanfaat.

Contoh Makalah Pendidikan : Budaya Jawa Dan Eksistensinya 


contoh makalah penelitian

contoh makalah sederhana

contoh makalah biologi

contoh pendahuluan makalah

contoh pembuatan makalah

contoh membuat makalah

contoh makalah kewirausahaan

contoh susunan makalah

contoh makalah tik

contoh penutup makalah

contoh makalah bahasa indonesia

contoh makalah pendidikan

contoh makalah mahasiswa